Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memastikan NF (15), gadis yang mana diduga melakukan pembunuhan pada temannya di Sawah Besar, Jakarta Pusat, mendapatkan pendampingan psikologis.

NF Akan Dapatkan Pendampingan dari KemenPPPA

Deputi Perlindungan Anak Kemen PPPA, Nahar, mengatakan bahwa walaupun NF adalah tersangka pembunuhan, ia juga sekalogus menjadi korban dalam kasus ini. “Ia harus mendpatkan pendampingan psikologis yang tepat dan harus ada pendalaman dari berbagai aspek togel hk selama proses penyelesaian kasus,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia, Senin (9/3).

Ia juga memastikan bahwa selama NF menjalani proses pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), ia akan didampingi oleh orang tuanya, pengacara dan juga petugas Balai Pemasyarakatan (Bapas). Nahar menyampaikan juga bahwa pihaknya meminta juga Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, UPTD P2TP2A DKI Jakarta dan Suku Dinas Jakarta Pusat untuk memberikan pendampingan terkait dengan kasus NF itu.

“Serta memastikan anak pelaku segera mendapatkan pendampingan dan psikologi klinis dan psikolog anak,” tambahnya.

Kata Nahar, selain NF, pendampingan dan juga pemeriksaan psikologis pun akan diberikan pada adik pelaku yang menjadi saksi kunci dalam kasus ini. Ditemui terpisah, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto, menuturkan bahwa pemeriksaan kejiwaan di RS Polri Kramat Jati sekarang ini masih dijalani oleh NF. Dan nantinya, hasil pemeriksaan tersebut baru akan keluar dalam 1-2 minggu. “Hasil pemeriksaan baru keluar 1-2 minggu,” ucapnya dikutip dari CNN Indonesia.

Polisi Akan Terapkan Pidana Anak bagi NF

NF diketahui menyerahkan dirinya ke Polsek Metro Taman Sari Jakarta Barat pada hari Jumat (6/3) pagi. Ia menyerahkan dirinya setelah ia membunuh temannya, APA, anak yang usianya 5 tahun. NF pasalnya menyerahkan diri ketika ia hendak berangkat sekolah. Pembunuhan itu pasalnya terjadi pada hari Kamis (5/3) ketika korban sedang bermain di rumah NF yang lokasinya berada di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Pelaku dan korban memang kerap diketahui main bersama.

Ibu korban dan NF memang diketahui memiliki usaha bersma menjual gorengan sehingga NF sering bermain bersama dengan korban.

Terkait dengan kasus ini, polisis akan menerapkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 soal Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) pada NF. 

“Saat ini masih pendalaman, karena anak di bawah umur perlakuannya beda dengan orang dewasa. Ada UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan pidana Anak,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, ketika melakukan jumpa media pada hari Sabtu (7/3) di Mapolres Jakarta Pusat.

Ia juga mengatakan bahwa 4 asas yang mesti diterapkan sesuai dengan UU SPPA adalah asas praduga tak bersalah, asas pendampingan orang tua dan juga pengacara, asas penanganan berbeda dengan orang dewasa dan asas anak sebagai korban.

Saat ditanyai pasal apakah yang mungkin akan dikenakan pada NF, Yusri sendiri masih belum bisa menjawab karena masih menjalankan proses pemeriksaan. Walaupun NF menyerahkan diri dan mengaku dirinya membunuh, polisi masih harus memeriksa dari sisi psikologisnya mengingat NF merasa ‘puas’ setelah membunuh temannya itu. Ia juga belum bisa memastikan apakah proses penanganannya nanti akan dengan menjalani proses rehabilitasi atau yang lainnya. Akan tetapi berdasarkan ketentuan, NF dititipkan ke LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak).

“Sekarang masih kami tahan, kalau berdasarkan ketenguan memang kami titipkan di LPKA di Cinere,” katanya.