Kategori: Bulutangkis

Ginting Bertemu ‘Mimpi Buruknya’ Lagi di Ajang Hong Kong Open

Anthony Ginting menjadi unggulan kedelapan pada ajang badminton Hong Kong Open 2019. Ia kembali lagi mengahadapi salah satu lawan yang seringkali memberinya ‘mimpi buruk’, Ng Ka Long Angus. Ginting yang masuk dalam jajaran pemain 10 besar dalam satu tahun terakhir ini masih belum bisa menorehkan hasil yang bisa dikatakan konsisten dari turnamen ke turnamen lainnya.

Ginting Bertemu ‘Mimpi Buruknya’ Lagi

Beberapa kali Ginting kalah secara mengejutkan di babak awal. Salah satu lawan yang mana seringkali membuat langkahnya terjungkal di babak awal adalah Ng Ka Long. Lawannya ini sudah tiga kali berjumpa dengan Ginting di babak awal tahun ini. sebut saja di All England, Kejuaraan Asia, dan juga di Fuzhou China Open. Dari 3 pertemuan tersebut Ginting pasalnya selalu menelan pil pahit dari Ng Ka Long.

Hal itu menunjukkan bahwa ternyata Ginting belum menemukan cara yang pas untuk menaklukkan dan ‘membalas dendam’ pada Ng Ka Long di tahun ini. secara keseluruhan, Ng Ka Long pasalnya unggul dengan angka 7-3 dalam 10 pertemuan sebelumnya saat melawan Ginting.

Satu hal lainnya yang menjadi tantangan tersendiri bagi Ginting adalah Ng Ka Long yang kali ini bermain di negaranya sendiri. jadi, otomatis saja ia akan mendapatkan lebih banyak dukungan dari penontonnya. Menlik undian yang ada, perjalanan Ginting dalam ajang Hong Kong Open ini terbilang lumayan terjal.

Jika dirinya lolos dari babak pertama, ia bakal menghadapi Kantaphon Wangcharoen atau Jan O Jorgensen pada babak kedua. Kedua pemain itu juga disebut sering sekali memiliki pengalaman menang atas Ginting di tahun ini.

Di blok bawah di mana Ginting berada, ada juga Chou Tien Chen, Lin Dan dan rekan satu negaranya, Jonatan Christie yang jadi rival Ginting dalam perebutan tiket melenggang ke final Hong Kong Open. Di tahun lalu, Ginting harus mau terhentikan langkahnya di babak kedua saat ia menghadapi rekan satu negaranya sendiri, Jonatan Christie.

Sempat Kalah di French Open

Ginting juga pasalnya kurang bisa bermain dengan maksimal tahun ini. hal ini ditunjukkan saat dirinya mengikuti laga French Open 2019 di mana di babak semifinal ia harus kalah dari Chen Long. Namun hal itu menurutnya masih disyukuri karena masih bisa menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera sedikit pun.

Ginting dan Chen pasalnya saat itu bertanding cukup sengit untuk memperebutkan tiket partai final. Di gim pertama, Ginting berupaya tak tertinggal jauh dari lawannya meskipun harus menerima kekalahan 19-21.

Sedangkan di gim kedua, Ginting sempat unggul dengan 18-12. Akan tetapi di gim ketiga ia tak bisa mempertahankan keunggulannya dan malah kalah dengan angka 18-21.

Memang Ginting gagal menuju ke final kejuaraan BWF World Tour juga untuk keempat kalinya di tahun ini. setelah ia gagal di laga lainnya misalnya di China Open, Australia Open, dan Singapore Open. Namun dirinya mengaku tetap bersyukur.

“Pertama-tama saya ingin mengucapkan banyak syukur dulu karena bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Secara umum www.lintastoto.com saya cukup puas dengan penampilan di Perancis karena hasilnya lebih baik dari Denmark Open. Dari babak pertama sampai kemarin saya juga bisa maksimal. Tapi untuk penampilan hari ini saya tidak tampil sebaik kemarin,” ungkapnya waktu itu dilansir dari CNN Indonesia.

Kini Ginting siap berjuang kembali dan membuktikan dirinya bisa bangkit.

Meski Gempa, Indonesian Masters 2018 Tetap Jalan

Hari ini, Selasa (23/1) ibu kota Indonesia, Jakarta, diguncang gempang berkekuatan 6.1 SR. pusat gempa sendiri berpusat di barat daya Lebak, Banten. Namun gempa tersebut terasa sampai ke Jakarta. Meskipun demikian, gelaran dari turnamen Indonesian Masters 2018 sebagai salah satu turnamen Togel singapore bulutangkis bergengsi yang bertaraf internasional itu tak sedikitpun tertunda.

Tetap Jalan

Indonesian Masters 2018 memainkan babak kualifikasi dan juga babak pertama pada hari ini, Selasa. 23 Januari 2018. Ketika gempa terjadi tepatnya pada pukul 13.34 WIB, guncangan juga dirasakan sampai di Istora Gelora Bung Karno atau GBK Senayan, Jakarta. “Pertandingan tetap berjakan. Dari penonton ya memang terasa, tapi pertandingan terus berjalan,” ujar Koordinator Media Center, Yuni Kartika dilansir dari CNN Indonesia.

Indonesian Masters 2018 adalah ajang test event dari Asian Games 2018. Pasalnya tempat diselenggarakan turnamen tersebut, Istora GBK baru saja menjalani renovasi. Dan renovasinya baru saja dimulai pada tahun 2016. Istora sendiri mengalami beberapa perubahan misalnya kursi duduk yang mana tipenya sekarang single seat.

Pemain Cuek, Penonton Panik

Gempa yang melanda Jakarya itu sampai terasa juga di arena bulu tangkis dari Istora GBK. Meskipun memang sempat membuat para penontonnya panic gempa yang berkekuatan 6.1 SR itu sama sekali tidak mengganggu jalannya pertandingan.

Dilansir dari Tempo, gempa membuat beberapa lampu LED yang mana dipasang di tiap pinggir lapangan pasalnya berguncang pelan-pelan saja. Akan tetapi pemain-pemain nampaknya tak menyadari hal itu. empat buah pertandingan yang mana tengah berjalan berlanjut nyaris tanpa adanya kepanikan dan pemain tidak menghiraukan adanya gempa.

Namun beda halya dengan penonton yang hadir di sana. Mereka menyadari bahwa ada gempa yang datang tiba-tiba sehingga mereka serentak mulai bergerak dan langusng berjalan kea rah pintu evakuasi. Akan tetapi begitu gempanya mulai terasa sudah berhenti mereka pun langsung masuk lagi dan duduk seperti tadi di tempat duduk masing-masing..

Sempat dihentikan Sementara

Gempa yang berkekuatan cukup besar di mana berpusat di 81 km arah barat daya Lebak, Banten dengan kedalaman 10 km itu sempat membuat penonton turnamen ini panic dan ingin segera keluar dari arena pertandingan. Mereka berhamburan keluar ruangan dan berusaha untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing.

“Iya, ada gempa, getarannya lumayan keras di dalam Istora. Saya langsung keluar,” ungkap Vina, salah satu penonton.

Akibat gempa yang berkekuatan 6.1 SR itu pertandingan ini sempat dihentikan sementara. Suasana di bagian luar Istora sempat belum kondusif dan PBSI juga sempat belum memberikan keterangan resmi terkait dengan terjadinya gempa. Namun akhirnya memberikan penjelasan.

Dan untuk tahun ini, Indonesian Masters yang mana sebelumnya berada di kelas grand prix gold, sekarang berada di BWF World Tour 500. Level baru itu lah yang membuat sejumlah bintang berelas internasional hadir ke turnamen ini. sebut saja Carolina Marin, Viktor Axelsen, Li Junhui, Liu Yuchen, sampai Chen Qing chen dan Jia Yifan.

Di hari Selasa ini, pertandingan di sesi siang hari merupakan babak laga kualifikasi. Sementara itu di sesi malam hari, laga babak pertama dari sektor ganda campuran bakal dihelat. Malam nanti Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir bakal menghadapi Riky Widianto/Masita Mahmudin, kemudian Hafiz Faizal/Gloria Widjaja akan menjajal kemampuan mereka dengan melawan Vitalij Durkin/Nina Vislova. Sedangkan Ricky Karanda/Debby Susanto akan berhadapan dengan Lee Chun Hei/ Chau Hoi Wah.