Gelar juara dunia MotoGP musim 2015 sepertinya tidak menyelamatkan nasib Jorge Lorenzo. Semenjak diboyong Ducati dari Yamaha pada tahun 2017 dengan kontrak yang cukup fantastis, Lorenzo belum sekalipun memberikan hasil memuaskan. Bahkan dibandingkan rekannya, Andrea Dovizioso, nasib Lorenzo jauh lebih menyedihkan.

 

Sukses memberikan tiga gelar juara dunia untuk Yamaha, Lorenzo justru belum pernah menjadi juara bersama Ducati dan baru tiga kali naik podium. “Saya tak mau terlalu detail, tapi Jorge terbiasa mengendarai satu jenis motor dan dia punya visi yang sangat jelas tentang bagaimana cara mengendarai dan bekerja. Tapi pendekatan seperti itu tak bisa dilakukan di Ducati. Jorge adalah juara dunia yang hebat, tapi tak semua hal bisa dilakukan dengan cara yang sama. Kita harus beradaptasi agar mendapat hasil maksimal,” papar Dovizioso seperti dilansir Autosport.

 

Tak heran kalau akhirnya nasib Lorenzo di Ducati kini masih mengambang. Berbeda dengan Dovizioso yang baru saja memperpanjang kontrak hingga 2020. Menanggapi kontrak Dovizioso, kepada Speedweek, Lorenzo mengaku tak terkejut. Pebalap Spanyol berusia 30 tahun itu bahkan senang karena Dovizioso sangat kompetitif sepanjang 2017 bersama Ducati.

 

Kini kabarnya Ducati mulai kehilangan kesabaran akan performa Lorenzo. Bahkan jika sampai MotoGP seri Italia di sirkuit Mugello hari Minggu (3/6) tak ada peningkatan, Ducati disebut sudah siap melepasnya. Sepanjang lima seri di musim 2018 ini, Lorenzo hanya mampu finish tiga kali dengan posisi ke-15 di Argentina, posisi 11 di Amerika dan keenam di Prancis. Lorenzo sendiri sempat menyalahkan motor Ducati yang membuatnya kehilangan fokus dan energi. Dirinya pun mengeluhkan tangki Desmosedici GP18 yang dianggapnya tak nyaman, seperti dilansir Tuttomotoriweb.

 

Lorenzo Balik ke Yamaha?

 

Dengan berbagai keluhan baik dari Lorenzo dan Ducati yang tampak sangat kecewa, kans Lorenzo untuk berpindah tim Raja poker semakin lebar. Salah satu yang cukup santer disebutkan adalah Lorenzo bakal kembali ke Yamaha musim 2019. Ducati sendiri terlihat mulai mempertimbangkan mengusung salah satu pebalap tim satelitnya dari Alma Pramac Racing yakni Jack Miller dan Danilo Petrucci. Sempat ada rumor kalau Lorenzo akan menggantikan Andrea Iannone di Suzuki, tapi tampaknya posisi itu leboh condong ke pebalap Moto2, Joan Mir.

 

Hanya saja jika Lorenzo memang ingin kembali ke Yamaha, tampaknya dia harus lapang dada ada di tim satelit. Namun Yamaha kini tengah mencari partner baru setelah Tech3 memilih merapat ke KTM musim depan. Besar kemungkinan Marc VDS akan jadi tim satelit baru Yamaha dan di situlah peluang Lorenzo. Jika memang demikian, Lorenzo akan satu tim dengan juara dunia Moto2 2017, Franco Morbidelli.

 

Petinggi Ducati Malah Terpesona Danilo Petrucci

 

Melihat penampilan Lorenzo, manajer tim Repsol Honda yakni Alberto Puig pun angkat bicara. Kepada GPOne, Puig menegaskan kalau Lorenzo tak akan pernah terbiasa dengan motor Ducati sehingga solusi terbaik adalah berganti pabrikan, meskipun hal itu belum tentu bakal dilakukan Lorenzo.

 

Berbanding terbalik dengan Lorenzo, Petrucci saat ini tengah mendapat perhatian petinggi Ducati. Mampu finish di posisi kedua dalam MotoGP Prancis, Petrucci mengekor di belakang Marc Marquez dan di depan Valentino Rossi. Bahkan Corse Luigi Dall’Igna selaku Manajer Umum Ducati menilai jika penampilan Petrucci terus membaik, bukan tak mungkin dia layak masuk Ducati. Senada dengan Dall’Igna, Ciabatti bahkan siap membicarakan masa depan Petrucci dalam waktu dekat.