Tersingkir di Stuttgart, Waktunya Sharapova Pensiun?

Tahun 2018 ini sepertinya bukanlah salah satu momen favorit bagi Maria Sharapova. Dirinya bahkan harus memulai musim tanah liat dengan buruk karena sudah tersingkir di ajang Porsche Tennis Grand Prix 2018 hari Selasa (24/4) malam WIB kemarin. Sharapova harus rela berhenti usai kalah selama bertanding dua jam 45 menit melawan Caroline Garcia. Meskipun sempat merebut set pertama, Sharapova harus mengakui kekuatan petenis Prancis itu dengan skor 6-3, 6-7(6), 4-6.

 

Melihat jalannya pertandingan, Sharapova memang kehilangan set kedua lewat tiebreak dan gagal balik membalas di set ketiga meskipun sempat unggul 2-0. Dengan hasil ini maka petenis Rusia berusia 31 tahun itu sama sekali belum pernah menang sejak Januari 2018 karena selalu kalah di babak pertama dalam tiga turnamen terakhir.

 

Berbeda dengan Sharapova, hasil ini justru mampu membuat Garcia tersenyum lebar. “Kurasa tadi adalah pertandingan judi togel online yang ketat. Seperti yang selalu diduga, saya tahu dia adalah petarung dan sampai akhir akan sangat sulit. Saya lebih agresif hari ini dan pengembalian saya sedikit lebih baik daripada pertemuan sebelumnya. Akhirnya saya bisa katakan bahwa, setelah tujuh tahun saya bisa mengalahkan Sharapova.”

 

Setelah membendung Sharapova, Garcia akan menghadapi Marta Kostyuk. Dan di pertandingan lain ada Karolina Pliskova yang berhasil melaju juga. Unggulan kelima asal Republik Ceko itu lolos setelah menang 6-2. 6-2 atas Kiki Bertens.

 

Sharapova Masih Ingin Juara Grand Slam

 

Kendati tahun 2018 diawali Sharapova dengan cukup mengenaskan, dirinya tak pernah kehilangan bara api semangat untuk bisa menambah koleksi gelar Grand Slam-nya. Sekedar informasi, Sharapova memang pernah 15 bulan lamanya gantung raket karena kasus dopping. Dia baru bisa bermain lagi sejak April 2017 tapi kariernya seolah begitu terjal.

 

Belum menemukan gaya permainan terbaik dan konsisten, Sharapova bahkan beberapa kali didera cedera. Satu-satunya gelar terbaik Sharapova adalah saat menjuarai Tianjin Open pada Oktober 2017 lalu. Dan di level Grand Slam, Sharapova hanya tampil di AS Open 2017 dan Australia Open 2018 yang maksimal mentok di babak keempat. Sepanjang kariernya, Sharapova memiliki lima gelar Grand Slam yang terakhir adalah Prancis Open 2014.

 

Kendati penampilannya masih belum memuaskan, Sharapova enggan berencana pensiun. “Saya belum mengatur tabel waktu untuk diri saya sendiri, tapi saya selalu katakan bahwa saya akan melakukannya dengan cara sendiri. Ketika anda sudah merasakan juara Grand Slam, wajar kalau punya target itu lagi dalam pikiran. Akan konyol kalau saya katakan target saya di 2018 adalah memenangi turnamen di level lebih rendah karena saya berjuang untuk ada dan menang di panggung besar.”

 

Sharapova Cepat Kandas di Berbagai Turnamen

 

Perjuangan Sharapova untuk bangkit kembali dan meraih Grand Slam memang butuh kerja keras. Apalagi dalam turnamen-turnamen di awal 2018 ini, Sharapova selalu cepat kandas. Seperti saat Qatar Open 2018, Sharapova harus pulang pada Senin (12/2) usai kalah dari petenis Rumania non unggulan, Monica Niculescu dengan kosr 6-4, 4-6, 3-6.

 

Lalu yang kedua dirinya pun disingkirkan di babak awal Indian Wells 2018 hari Kamis (8/3) oleh Naomi Osaka lewat skor 4-6, 4-6. Hasil ini sangat menyesakkan karena pernah jadi pemain nomor satu dunia, Sharapova disingkirkan perempuan muda berusia 20 tahun. Osaka sendiri tak bisa menutupi kebahagiaanya bisa mengalahkan sang idola sejak kecil itu.

Next PagePrevious Page
Tags

Add your comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *