Month: May 2018

Tersingkir di Stuttgart, Waktunya Sharapova Pensiun?

Tahun 2018 ini sepertinya bukanlah salah satu momen favorit bagi Maria Sharapova. Dirinya bahkan harus memulai musim tanah liat dengan buruk karena sudah tersingkir di ajang Porsche Tennis Grand Prix 2018 hari Selasa (24/4) malam WIB kemarin. Sharapova harus rela berhenti usai kalah selama bertanding dua jam 45 menit melawan Caroline Garcia. Meskipun sempat merebut set pertama, Sharapova harus mengakui kekuatan petenis Prancis itu dengan skor 6-3, 6-7(6), 4-6.

 

Melihat jalannya pertandingan, Sharapova memang kehilangan set kedua lewat tiebreak dan gagal balik membalas di set ketiga meskipun sempat unggul 2-0. Dengan hasil ini maka petenis Rusia berusia 31 tahun itu sama sekali belum pernah menang sejak Januari 2018 karena selalu kalah di babak pertama dalam tiga turnamen terakhir.

 

Berbeda dengan Sharapova, hasil ini justru mampu membuat Garcia tersenyum lebar. “Kurasa tadi adalah pertandingan judi togel online yang ketat. Seperti yang selalu diduga, saya tahu dia adalah petarung dan sampai akhir akan sangat sulit. Saya lebih agresif hari ini dan pengembalian saya sedikit lebih baik daripada pertemuan sebelumnya. Akhirnya saya bisa katakan bahwa, setelah tujuh tahun saya bisa mengalahkan Sharapova.”

 

Setelah membendung Sharapova, Garcia akan menghadapi Marta Kostyuk. Dan di pertandingan lain ada Karolina Pliskova yang berhasil melaju juga. Unggulan kelima asal Republik Ceko itu lolos setelah menang 6-2. 6-2 atas Kiki Bertens.

 

Sharapova Masih Ingin Juara Grand Slam

 

Kendati tahun 2018 diawali Sharapova dengan cukup mengenaskan, dirinya tak pernah kehilangan bara api semangat untuk bisa menambah koleksi gelar Grand Slam-nya. Sekedar informasi, Sharapova memang pernah 15 bulan lamanya gantung raket karena kasus dopping. Dia baru bisa bermain lagi sejak April 2017 tapi kariernya seolah begitu terjal.

 

Belum menemukan gaya permainan terbaik dan konsisten, Sharapova bahkan beberapa kali didera cedera. Satu-satunya gelar terbaik Sharapova adalah saat menjuarai Tianjin Open pada Oktober 2017 lalu. Dan di level Grand Slam, Sharapova hanya tampil di AS Open 2017 dan Australia Open 2018 yang maksimal mentok di babak keempat. Sepanjang kariernya, Sharapova memiliki lima gelar Grand Slam yang terakhir adalah Prancis Open 2014.

 

Kendati penampilannya masih belum memuaskan, Sharapova enggan berencana pensiun. “Saya belum mengatur tabel waktu untuk diri saya sendiri, tapi saya selalu katakan bahwa saya akan melakukannya dengan cara sendiri. Ketika anda sudah merasakan juara Grand Slam, wajar kalau punya target itu lagi dalam pikiran. Akan konyol kalau saya katakan target saya di 2018 adalah memenangi turnamen di level lebih rendah karena saya berjuang untuk ada dan menang di panggung besar.”

 

Sharapova Cepat Kandas di Berbagai Turnamen

 

Perjuangan Sharapova untuk bangkit kembali dan meraih Grand Slam memang butuh kerja keras. Apalagi dalam turnamen-turnamen di awal 2018 ini, Sharapova selalu cepat kandas. Seperti saat Qatar Open 2018, Sharapova harus pulang pada Senin (12/2) usai kalah dari petenis Rumania non unggulan, Monica Niculescu dengan kosr 6-4, 4-6, 3-6.

 

Lalu yang kedua dirinya pun disingkirkan di babak awal Indian Wells 2018 hari Kamis (8/3) oleh Naomi Osaka lewat skor 4-6, 4-6. Hasil ini sangat menyesakkan karena pernah jadi pemain nomor satu dunia, Sharapova disingkirkan perempuan muda berusia 20 tahun. Osaka sendiri tak bisa menutupi kebahagiaanya bisa mengalahkan sang idola sejak kecil itu.

Main di Film Biopik ‘ROCKETMAN’, Taron Egerton Jadi Elton John

Sudah memulai karier film sejak tahun 2012 lewat POP, kebintangan Taron Egerton baru muncul saat dirinya main di KINGSMAN: THE SECRET SERVICE (2014). Dianggap sangat sempurna berperan sebagai agen Eggsy, Egerton pun mengulanginya kembali lewat KINGSMAN: THE GOLDEN CIRCLE (2017) yang mana kedua film itu sama-sama sukses. Identik sebagai agen rahasia yang flamboyan dan kocak, Egerton justru membuat lompatan besar dalam kariernya.

 

Tak main-main, pemuda berusia 28 tahun kelahiran Birkenhead, Inggris itu memiliki dua proyek raksasa di masa depan. Yang pertama dirinya akan menjadi Robin Hood sang pencuri alim di ROBIN HOOD yang masih memasuki tahap pra-produksi. Lalu yang kedua, Egerton sudah memastikan diri berperan sebagai musisi legendaris dunia, Elton John, dalam film biopik ROCKETMAN.

 

Masih masuk tahapan pengembangan produksi, proyek ROCKETMAN kabarnya akan mengisahkan Elton John sebagai musisi penuh talenta hingga sukses. Paramount Pictures selaku pihak studio menjadwalkan ROCKETMAN bakal memulai proses produksi pada musim panas 2018. Sementara itu untuk posisi penulis naskah dipegang oleh Lee Hall yang sebelumnya menulis skenario BILLY ELLIOT dan WAR HORSE.

 

Egerton Sudah Rekaman Lagu Elton John

 

Disutradarai oleh Dexter Fletcher, ini akan jadi kali kedua bagi Egerton bekerja sama dengannya. Sebelumnya Fletcher sudah mengarahkan Egerton dalam film biopik EDDIE THE EAGLE di mana dirinya berperan sebagai Eddie Edwards, atlet ski asal Inggris. Meskipun namanya menanjak berkat installment KINGSMAN, Egerton rupanya tak ingin dijuluki sebagai aktros franchise semata dan ingin mencoba berbagai karakter.

 

Lewat ROCKETMAN ini, Egerton tampaknya sangat total menjadi Elton John. The Hollywood Reporter melansir bahwa saat ini Egerton tengah mempersiapkan diri untuk menyanyikan dan merekam tiga lagu sang musisi kenamaan Inggris itu di Abbey Road Studio. Didampingi langsung oleh Elton dan produser musiknya, David Furnish, mereka berdua sangat menikmati suara merdu Egerton.

 

Egerton sendiri memang mendapat masukan dari sang musisi supaya tidak karaoke atau lipsync selama syuting ROCKETMAN. Elton sepertinya berharap betul agar Egerton bisa bernyanyi sangat natural. Kabarnya ROCKETMAN akan fokus pada masa-masa kelam Elton di tahun 1990-an saat dirinya begitu tenggelam karena narkoba dan alkohol.

 

Egerton Seorang Seniman Profesional

 

Sebagai seorang seniman, Egerton memang paket lengkap. Berparas menawan dan kemampuan akting mumpuni, Egerton rupanya mengenyam pendidikan di Akademi Seni Drama Kerajaan di London, Inggris. Tak seperti kebanyakan aktor muda lain, Egerton sudah mengasah kemampuannya di panggung teater sehingga membuat penjiwaannya dalam peran tak bisa diremehkan. Belum lagi suara merdu dan mampu bernyanyi semakin menjadikan Egerton sebagai salah satu aktor Inggris paling diincar Hollywood.

 

Bernyanyi dalam film sebetulnya bukanlah hal pertama bagi Egerton. Karena pada tahun 2016, Egerton terlibat dalam film animasi musikal sebagai Johnny. Dengan kontraknya bersama 20th Century Fox pada tiga judul film, maka bisa dibilang kalau Egerton akan kembali berperan sebagai agen Eggsy. Hanya saja jika melihat pemilihan Egerton sebagai Elton John, ini adalah sebuah langkah judi bola yang cerdas demi mengenalkan sosok musisi dunia itu pada generasi millenial karena basis fans Egerton sangat kuat.

Sudah digodok sejak tahun 2011, proyek film biopik Elton John ini sebetulnya tidak menempatkan Egerton sebagai pilihan utama pemeran pelantun lagu Can You Fell the Love Tonight itu. Karena sebelumnya aktor Tom Hardy sempat disebut-sebut akan jadi Elton di tahun 2013.